“50 persen untuk pengelola sebagai biaya operasional. Sedangkan 50 persen sisanya dibagikan ke pekerja. Lumayan ramai mas. Pernah sebulan sampai 900-unit kendaraan yang nyuci disini,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Pemkot Surabaya dalam meningkatkan perekonomian warga kota Pahlawan menerapkan program rumah padat karya. Rumah Padat Karya sendiri tersebar di berbagai daerah di Surabaya. Aset-aset Pemkot Surabaya yang semula idle alias menganggur disulap menjadi rumah padat karya untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ada untuk kafe, barbershop, laundry, cuci mobil dan motor, produksi kue, destinasi wisata, lahan pertanian-perikanan, dan sebagainya. Program ini telah menyerap ribuan warga MBR.
Usaha komersial tempat cuci mobil dan cafe shop, yang diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pada Agustus 2022 tersebut, mempekerjakan 14 warga golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).












