Dalam sebuah kesempatan, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa, kunci keberhasilan kota Surabaya bangkit dari keterpurukan ekonomi selama pandemi Covid-19 yaitu dengan menerapkan ekonomi kerakyatan.
Penerapan ekonomi kerakyatan yang dimaksud Wali Kota Eri Cahyadi adalah dimana semua kebutuhan yang ada di kota Surabaya dipenuhi oleh UMKM lokal melalui program padat karya.
Begitupun, kebutuhan dari para ASN dan siswa SD-SMP, mulai dari kebutuhan batiknya dan seragam, hingga kebutuhan rumah tangga dipenuhi melalui UMKM-nya Surabaya.
Bukan jurus itu saja yang dikeluarkan oleh Wali Kota Eri Cahyadi untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, ia juga memanfaatkan platform digital sebagai salah satu cara lepas dari jeratan krisis ekonomi pada saat pandemi.
Di platform digital itu ada sekitar 500 lebih pedagang toko kelontong yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok melalui aplikasi bernama e-Peken.
e-Peken ini hadir bukan hanya sekadar sebagai wadah untuk pelaku toko kelontong namun, wali kota Eri Cahyadi meminta ASN di lingkup Pemkot Surabaya untuk membeli bahan kebutuhan pokok di aplikasi e-Peken Surabaya dengan tujuan perekonomian terus berputar.
- Pemanfaatan aset serap usia produktif hingga kurangi angka pengangguran

Rumah Padat Karya sendiri tersebar di berbagai daerah di Surabaya. Aset-aset Pemkot Surabaya yang semula idle alias menganggur disulap menjadi Rumah Padat Karya untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ada untuk kafe, barbershop, laundry, cuci mobil dan motor, produksi kue, destinasi wisata, lahan pertanian-perikanan, dan sebagainya. Program ini telah menyerap ribuan warga MBR.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, beragam program ekonomi kerakyatan terus didorong di Surabaya.
Dimana saat ini kata Adi, telah terjadi kolaborasi antara wali kota, wakil wali kota, serta legislatif di DPRD Surabaya, serta seluruh elemen masyrakat sehingga mampu memompakan pemulihan ekonomi secara lebih cepat.
“Kita semua berkomitmen bagaimana program padat karya sukses, sebagai respons atas situasi pemulihan ekonomi serta antisipasi potensi perlambatan ekonomi atau bahkan resesi ke depan. Di kampung-kampung, MBR diberdayakan, salah satunya disalurkan ke berbagai Rumah Padat Karya,” papar Adi.
Adi meyebutkan, ancaman krisis finansial yang sedang dihadapi negara lain itu bisa terjadi di Indonesia. Apalagi tahun depan ada prediksi pertumbuhan perekonomian secara global terkoreksi hingga mengakibatkan resesi.
“ Kerja gotong royong ekonomi kerakyatan seperti di Surabaya ini adalah langkah yang tepat untuk antisipasi,” paparnya.
Bergeraknya program padat karya dan pemberdayaan UMKM di kota Surabaya berdampak pada munculnya lapangan kerja baru.
Anas Karno, wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi keuangan dan perekonomian mengatakan bahwa, terbukanya lapangan kerja melalui program padat karya ini secara otomatis akan menyerap tenaga kerja yang produktif di kawasan tersebut.
“Program padat karya ini mampu menampung usia-usia produktif sehingga, secara otomatis bisa mengurangi angka pengangguran dan mampu memberikan income bagi masing-masing kelompok MBR yang tergabung dalam padat karya,” ungkap Anas Karno ketika mengunjungi rumah padat karya Pelataran Manyar.
Oleh karena itu, kata Anas, Komisi B DPRD Surabaya akan selalu mendukung penuh upaya semacam ini karena, selain mampu meyerap tenaga kerja, program tersebut juga mampu menghidupkan kembali aset-aset yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya.
“ Dengan dibukanya lapangan kerja di atas lahan aset sehingga mampu menghidupkan kembali aset-aset yang dimiliki oleh pemkot yang selama ini mati suri dan tidak produktif, dan yang utama adalah aset milik pemkot ini bisa memberikan mafaat bagi warga,” kata Anas.
- Efektif ditengah ketidak pastian ekonomi global
Upaya Pemerintah Kota dalam membangkitkan perekonomian dengan menggulirkan program padat karya dan pemberdayaan UMKM dinilai sebagai upaya akselerasi kebangkitan ekonomi yang nyata melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Ekonom dari Universitas Airlangga Surabaya, Rahma Gafmi menyebutkan bahwa, program padat karya yang dijalankan Pemkot ini sangat bagus dan merupakan salah satu cara untuk memperluas lapangan kerja. Supaya perekonomian masyarakat Surabaya bangkit setelah badai pandemi Covid-19 yaitu harus menggiatkan perekonomian rakyat.
Tentunya lanjut Rahma, ini melalui skema untuk menggerakkan UMKM Surabaya agar segera bangkit dan mandiri serta dapat menciptakan lapangan kerja baru.












