Ia pun mencontohkan salah satu produk dari program padat karya dan pemberdayaan UMKM yakni e-Peken, dimana menurutnya, supaya dapat menyatukan dan memasarkan pedagang klontong termasuk juga hasil dari produk-produk UMKM.
“Nah, bagusnya ini juga memanfaatkan para ASN Pemkot untuk membeli kebutuhan sehari hari mereka dengan aplikasi tersebut. Disini sama-sama diuntungkan. Para ASN yang sibuk tidak perlu capek-capek ke pasar atau supermarket sedangkan, pedagangnya jadi laku dan laris jualannya, sehingga barang-barang tersebut bisa cepat berputar untuk mendapatkan uang dan juga selalu berganti yang baru,” urainya.
Inilah imbuh Rahma, yang disebut sebagai ekonomi yang berbasis kerakyatan yang berasal dari semangat gotong royong dari seluruh lapisan atau golongan masyarakat di kota Surabaya.
Rahma melanjutkan hal demikian ini, membuat optimisme masyarakat bahwa kondisi global sama sekali tidak berpengaruh pada perekonomian Indonesia walaupun, badai krisis di AS dan Eropa terjadi akibat terganggunya rantai pasokan pasca pandemi dan energi serta ditambah dengan perang Rusia dan Ukraina yang tidak kunjung selesai.
“Dengan bangkitnya UMKM di Indonesia khususnya Surabaya ini akan menjadi kekuatan sendiri dalam menghadapi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Sudah terbukti dengan mendorong UMKM Perekonomian Indonesia bersinar di antara negara lain yang saat ini tengah gelap,” lanjutnya.
Sehingga, Rahma menyarankan jika hal demikian harus ditiru oleh kota-kota lainnya terutama yang ada di Jawa Timur karena mampu memberikan efektivitas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“ Tentunya sangat bagus jurus yang dibuat Pemkot Surabaya ini, dan harus ditiru oleh kota maupun kabupaten di Jawa Timur dan Provinsi lain di Indonesia. Karena apa yang dilakukan itu sangat efektif dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian” pintanya.
- Penguatan ekonomi melalui pemberdayaan potensi lokal

Dalam program padat karya ini ada penguatan ekonomi yang muncul dengan menggali dan memanfaatkan potensi lokal yang mampu memberikan kekuatan dalam kebangkitan ekonomi di tengah masyarakat.
Pelibatan masyarakat sekitar atau penduduk asli dalam pelaksanaan program padat karya mampu memberikan warna terhadap konsep-konsep padat karya sehingga ada pemenuhan kebutuhan lokal.
Dosen Universitas Ciputra, Freddy H. Istanto mengatakan, hanya penguatan lokalitas melalui spirit of place akan mampu melawan dan mendobrak dominasi dari globalisasi.
Ia mencontohkan, penguatan produk lokal tersebut ada pada padat karya yang muncul dari potensi kampung-kampung tematik diantaranya kampung lontong, kampung kue serta kawasan Kya-kya kampung pecinan dan kampung arab di kawasan utara Surabaya.
Dimana menurutnya, hal itu menjadi potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain dan telah menjadi kekhasan tersendiri bagi kota Surabaya.
Melalui program padat karya kata Freddy, mampu mengakomodasi nilai kekhasan lokal. Hal ini berpotensi memiliki nilai dan daya tarik tersendiri bagi produk yang akan dijual melalui program padat karya.
Kenapa demikian, timpa Freddy, karena adanya peran pemerintah sebagai operator dalam penyediaan legalitas maupun dukungan anggaran sehingga ada kans yang tidak mendapat tekanan dari ketersediaan modal.
“Yang penting kita bisa melawan desain yang umum atau mendunia dengan kekhasan lokal,” ungkap pria yang juga menjadi inisiator Kya-kya pertama ini.
Ia mencontohkan didalam sebuah mall itu memiliki kesamaan dalam isinya, ada toko retail, coffee shop, makanan cepat saji dan lain sebagainya.
Artinya lanjut Freddy, globalisasi itu menimbulkan kesan yang umum maka harus dilabrak dengan lokalitas.
“Gali potensi lokal dan nilai-nilai lokal sehingga memiliki nilai beda. Spirit of place menjadi daya tarik karena ada akulturasi budaya disana, dengan menggabungkan potensi yang ada dan ini pasti menjadi sesuatu,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, hanya tinggal membuat kajian akulturasi potensi lokal. Selain itu, langkah kurasi menjadi hal yang utama yang harus dilakukan. Sehingga mampu menjaga kekhasan atau keunikan dari produk maupun jasa yang disajikan












