“Syukur saat ini bagi mereka penyandang disabilitas khususnya tunanetra telah disiapkan alat bantu yang ditempelkan ke kertas coblosan. Dengan begitu mereka tidak perlu lagi ditemani pemandu yang jelas menghambat hak otonomi mereka dalam memilih seseorang,” tegas Tolhas di sela Pelatihan Panduan Media untuk Pemberitaan Pemilu Akses di Hotel Santika Jalan Raya Gubeng, Rabu (19/7/2017).
Hal senada juga diungkapkan Ika Wawan, salah satu penyandang tunarungu. Selama ini tidak ada pendamping bagi mereka yang saat mau mencoblos di TPS. Karenanya saat panitia KPPS memanggil namanya, diapun tidak mendengarnya. Akibatnya, diapun harus menunggu lama untuk masuk bilik di TPS.
“Saya sering pulang tidak jadi mencoblos, karena saya tidak mendengar nama saya dipanggil. Karenanya, seharusnya para penyelenggara mendahulukan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses yang mudah saat di TPS,” tegas ayah tiga putra ini dengan nada penuh semangat.












