“Dibanding hasil pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19.3 persen menjadi 24 persen. Gerindra stabil dari 12,6 persen menjadi 13,4 persen,” ungkap Sidiman.
Namun meski begitu menurutnya angka ini bisa berubah. Menjelang penilu 2024 nanti. Selain masih ada 19,3 persen yang belum menetukan pilihan, faktor sosok calon Presiden dan Wapres yang dimajukan nanti oleh Partai akan juga mempengaruhi pilhan masyarakt.
“Seperti PDI Perjuangan misalnya, akan alami penurunan bila capres yang dimuncullan tidak sejalan dengan keinginan masyarakat pemilih PDI Perjuangan,” jelasnya.
“Demikian pula kalau Gerindra salah mengambil sosok cawapresnya maka akan mempengaruhi suara partai Gerindra pula. Sehingga soaok capres dan cawapres yabg diajukan akan menentukan pula perolahen suara,” lanjutnya.












