“ Saat ini tidak lagi populer di masyarakat. Khususnya untuk anak-anak muda. Padahal kita sudah mengenalkan dengan setiap kali kami latihan di balai RW, tapi mereka masih enggan untuk ikut,” terangnya.
Tugimin juga berharap perhatian dari Pemkot Surabaya. “Kalau ada bantuan kita terima. Misalnya bantuan perangkat gamelan,” pungkasnya.
Legislator PDIP Surabaya : Butuh campur tangan pemerintah
Sementara itu Legislator PDIP Surabaya Anas Karno, mengapresiasi keberadaan kelompok kesenian karawitan Margahayu.
“Ternyata masih ada warga Surabaya yang peduli terhadap kesenian tradisional. Tidak hanya peduli, kelompok warga ini juga bersemangat untuk melestarikan,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut menambahkan, kesenian tradisional merupakan kearifan lokal yang menjadi soko guru budaya bangsa.
“Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta para kader PDIP agar memperkuat jati diri nasional dalam bidang kebudayaan,” kata Anas Karno.
Anas menambahkan, penguatan kebudayaan, merupakan salah satu esensi pokok Trisakti yang digagas oleh Presiden Soekarno dalam pembumian ideologi Pancasila.
“Jadi sudah seharusnya kesenian tradisional dilestarikan. Bukan hanya oleh warga tetapi juga pemerintah kota. Karena kita berharap pemerintah kota punya perhatian terhadap kelompok kesenian karawitan ini,” pungkasnya.











