“Artinya bahwa Surabaya adalah kota Pahlawan, kota yang berbudaya, kota yang memiliki nilai-nilai sejarah yang harus kita bangkitkan, yang harus kita kembalikan pada kondisi yang ada,” jelas politisi Gerindra yang siap maju sebagai calon Walikota Surabaya di Pilkada Surabaya mendatang ini.
“Jadi jangan seperti ini. Ada cagar budaya sampai tak terurus sama sekali. Sampai hampir punah. Kemudian, yang menjaga, yang merawat, tidak ada perhatian. Yang memiliki nilai sejarah juga tidak ada perhatian,” sambungnya.
Terlebih, kata Cak Dedi, tokoh pencetus Resolusi Jihad sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari pernah masuk ke dalam Penjara Koblen. Makanya, dalam moment Hari Santri ini, pihaknya ingin melihat langsung kondisi Penjara Koblen sekarang dengan masa lampau.
“Artinya, nilai sejarah apakah masih diperhatikan atau tidak. Nah, ini menjadi kajian kami agar ke depannya Surabaya bisa memperhatikan tempat-tempat yang memiliki nilai-nilai sejarah,” tutupnya.



