“Masih kami kembangkan dulu apa motifnya, karena kan baru ditangkap,” ujar Kanit I Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Fian yang dihubungi secara terpisah juga.
Sebelumnya, Juru Bicara Istana Kepresidenan Johan Budi SP mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menerima surat maupun e-mail yang mengatas namakan Presiden Jokowi dan Ibu Negara. Surat tersebut dikirim melalui akun email jokowiiriana@gmail.com yang dibubuhi tanda tangan Presiden Jokowi, dan tentunya palsu.
Istana menegaskan bahwa Presiden Jokowi ataupun pihak Istana Kepresidenan tidak pernah mengeluarkan surat sejenis itu. Johan juga menegaskan Presiden Jokowi tidak memiliki akun e-mail, baik resmi maupun pribadi, dengan nama jokowiiriana@gmail.com.












