Cakrawala EkonomiCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Pengelolaan rumah padat karya tak maksimal, Zuhrotul minta Pemkot lakukan pendampingan

×

Pengelolaan rumah padat karya tak maksimal, Zuhrotul minta Pemkot lakukan pendampingan

Sebarkan artikel ini
Zuhrotul Mar'ah anggota Komisi B DPRD Surabaya
Zuhrotul Mar'ah anggota Komisi B DPRD Surabaya

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memaksimalkan keberadaan lahan aset yang tersebar di
31 kecamatan untuk Rumah Padat Karya. Bahkan, lahan aset yang digunakan tersebut, sudah menyerap ratusan tenaga kerja dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah sekitar.

Dari mulai lahan kosong, Bekas Tanah Kas Desa (BTKD), tambak, hingga Taman Hutan Raya (Tahura), dikelola MBR dengan bermacam-macam klasifikasi bidang usaha. Ada pertanian, perikanan, peternakan, laundry, cuci motor, jahit, potong rambut, kafe hingga budidaya maggot.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pola akhir dari program padat karya adalah untuk mengentas kemiskinan di Kota Pahlawan. Caranya yaitu dengan memanfaatkan lahan aset yang ada di setiap wilayah untuk membuka lapangan kerja sebagai sumber pendapatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *