” Di padat karya Krembangan ini misalnya, mereka sudah menjalankan program padat karya selama 3 bulan namun, masih belum bisa menghasilkan magot secara maksimal. Sehingga, teman-teman MBR disana masih belum memiliki penghasilan yang layak. Info dari ketua maggotnya penghasilan mereka masih Rp. 500 sampai Rp.700 ribu perbulan,” bebernya.
Kondisi demikian, kata politisi PAN Surabaya ini harus ada pendampingan maksimal dari Pemkot. ” Mungkin pemkot harus memaksimalkan pendampingan sehingga tujuan dari meningkatkan pendapatan bagi MBR ini bisa terealisasi,” katanya.
Pendampingan itu, kata Zuhro, bisa berupa pendampingan teknis dan pemdampingan SDM. Kemudian ada Evaluasi dan monitoring dari pihak yang diberi tanggung jawab di sana. ” Sementara ini saya lihat tidak ada, dan diserahkan kepada masing-masing kelompok,”pungkasnya.












