Lebih lanjut menurut Nur Suhud berdasarkan informasi yang diterima, kejadian kriminalitas kerap dialami para peziarah dari luar Surabaya. “Karenanya mereka enggan melaporkannya kepada polisi. Sehingga kami sulit menindaklanjuti ke proses penyidikan. Ditambah lagi keengganan masyarakat untuk memberikan keterangan karen takut mengganggu pekerjaannya disana,” ujarnya.
Lebih lanjut Nur Suhud mengatakan pihaknya telah menerjunkan aparat reserse untuk melakukan pengamanan. “Kita pernah mengamankan 2 pelaku jambret dan 2 pelaku copet,” imbuhnya.
Nur Suhud juga menyarankan supaya Pemkot Surabaya menyediakan pemandu wisata, untuk menambah rasa aman dan nyaman para pengunjung.



