“Atas nama pemerintah kota dan saya secara pribadi, kami meminta maaf karena belum bisa memberikan bonus sedini mungkin. Karena kami sekarang masih mengalokasikan kebutuhan untuk bonus atlet melalui PAK,” kata Wiwiek.
Meski demikian, Wiwiek menjelaskan kenapa bonus untuk atlet Porprov Jatim 2022 hingga kini belum diberikan. Pertama adalah karena cabang olahraga (Cabor) dan nomor yang dipertandingkan pada Porprov 2022 ada penambahan. Serta, banyaknya medali yang diperoleh para atlet ini melebihi prestasi pada tahun 2019.
“Waktu itu di awal kami mengalokasikan Rp10 miliar. Nah, karena tahun 2022 ini jumlah peraih medali baik emas, perak dan perunggu yang semakin banyak, maka bonus yang diberikan juga semakin banyak,” katanya.
Oleh karena itu, Wiwiek menuturkan, jika pemberian bonus kepada para atlet pahlawan olahraga ini membutuhkan penambahan anggaran. Makanya untuk kebutuhan alokasi penambahan anggaran itu, Pemkot Surabaya mengajukannya melalui PAK.












