“Dikhawatirkan nanti masyarakat akan tertekan dan akan pindah dari kota Surabaya sehingga, APBD ini nantinya tidak bisa dinikmati oleh warga asli Surabaya,” paparnya.
Selain itu pula, kata Habibah pihaknya meminta Pemkot memperhatikan pendidikan diniyah di Kota Surabaya.
“ Kita minta janji wali kota untuk memberikan insentif kepada marbot atau petugas kebersihan yang ada di Surabaya,” pungkasnya.(hadi)












