Berita UtamaCakrawala HumanityCakrawala SurabayaHumanioraIndeks

Wali Kota Eri hadiri Sedekah Bumi kampung Gadel. Warga : ini bukti beliau cinta kepada budaya dan  warganya

×

Wali Kota Eri hadiri Sedekah Bumi kampung Gadel. Warga : ini bukti beliau cinta kepada budaya dan  warganya

Sebarkan artikel ini
wali kota eri bersama istri dan tokoh kampung saat mengikuti prosesi sedekah bumi gadel
wali kota eri bersama istri dan tokoh kampung saat mengikuti prosesi sedekah bumi gadel

“Ini menunjukkan bahwa budaya arek masih kuat di Surabaya. Apalagi, sedekah bumi ini dilakukan dengan swadaya masyarakat, yang mana masyarakat per rumah memberikan bantuannya untuk acara ini. Makanya, saya berharap warga Kota Surabaya untuk terus melestarikan budaya ini, karena ini menjadi perekat pemersatu dari seluruh warga Kota Surabaya, khususnya di Kampung Gadel ini,” kata dia.

Ia juga berharap budaya arek itu terus merasuk ke dalam jiwa dan raganya seluruh warga Kota Surabaya, sehingga rasa tolong menolong, rasa saling membantu dan saling gotong royong bisa terus terwujud di Kota Surabaya. “Jadi, sedekah bumi ini menjadi momen kebangkitan di Surabaya untuk selalu bergotong royong, untuk selalu bersama dalam menyelesaikan semua masalah di Kota Surabaya. Mari kita gelorakan kembali budaya arek di Surabaya,” tegasnya.

Wali Kota Eri juga memastikan bahwa demi mendukung tradisi sedekah bumi itu, Pemkot Surabaya bersama DPRD Surabaya pada tahun 2023 akan menganggarkan dana untuk kegiatan sedekah bumi. Sebab, ketika warga sudah bisa menjaga tradisinya, sudah bisa menjaga kebersamaannya dan gotong royongnya, maka sudah sepantasnya pemerintah hadir di situ.

“Jadi, pemerintah juga harus melestarikan budaya dan tradisi ini, karena kekuatan Kota Surabaya ada di warganya, dan kekuatan warga adalah budayanya. Makanya, pemkot besama DPRD akan menganggarkan sedekah bumi itu di semua daerah di Kota Surabaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia terus mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi sedekah bumi ini. “Silahkan Surabaya menjadi kota metropolitan, tapi gotong royong dan budaya arek di Kota Surabaya harus terus kita jaga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *