“Kalau saya cenderungnya tidak perlu ada bantuan permakanan untuk disabilitas. Karena apa? ketika orang tua atau keluarganya mempunyai pendapatan yang layak, maka sebenarnya disabilitas ini juga mendapatkan makanan yang layak,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Oleh sebabnya, Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan segera mengevaluasi bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas tersebut.
Apalagi, dalam sehari, disabilitas hanya diberikan makanan satu kali yang dinilainya juga tidak mendidik.
“Maka disabilitas yang pendapatannya di bawah, yang harus disentuh adalah orang tuanya dengan pekerjaan. Sehingga dia memiliki pendapatan yang layak untuk keluarganya,” kata Cak Eri panggilan lekatnya.
Ia pun lantas memaparkan, bahwa sebenarnya adanya gizi buruk atau bayi stunting, salah satunya juga disebabkan keluarganya tidak memiliki pendapatan yang layak. Sehingga keluarga tersebut pada akhirnya tidak bisa memenuhi kebutuhannya.
“Ini berarti apa? jangan lagi diberikan tambahan bantuan (permakanan). Tapi pemerintah kota langsung menyentuh orang tuanya,” tegasnya.



