Advokasi tiada henti di bidang pendidikan dan kesehatan, lanjut Adi, tiada henti dilakukan. Sejak pemerintahan di Kota Surabaya dipimpin kader PDIP mulai era Bambang DH, berlanjut Tri Rismaharini, Whisnu Sakti Buana hingga kini dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
Dikatakan, saat ini telah lahir berbagai kebijakan pro wong cilik, mulai pendidikan gratis SD-SMP Negeri, beasiswa SMA/sederajat, dan seragam hingga sepatu gratis untuk pelajar yang tidak mampu.
Dari aspek sosial, lanjut Adi, kebijakan seperti distribusi permakanan gratis setiap hari ke warga hingga perbaikan rumah tidak layak huni didedikasikan sepenuhnya untuk wong cilik.
“Kader-kader PDI Perjuangan Kora Surabaya juga terus mengawal penataan kampung-kampung di seluruh Surabaya sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup wong cilik di perkampungan padat penduduk,” papar Adi, yang alumni Ilmu Politik Unair dan mantan wartawan itu.
Survei SSC ini dilaksanakan pada 1-10 Agustus 2022 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, dengan jumlah responden 1.200 orang. Menggunakan metode stratified multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Secara umum, survei tersebut juga menunjukkan PDIP masih menjadi jawara di Jawa Timur dengan tingkat elektabilitas 27,2 persen. PKB berada di urutan kedua dengan 19,0 persen, Gerindra 11,0 persen, Golkar dan Demokrat 6,8 persen, Nasdem 3,5 persen, PKS 3,4 persen, dan PPP 3,1 persen. Partai-partai lainnya hanya mendapatkan elektabilitas di bawah 3 persen.(hadi)












