“Tentu saja survei tersebut menjadi masukan bagi kami, PDI Perjuangan di Kota Surabaya. Terima kasih atas kepercayaan rakyat kepada PDI Perjuangan,” ujar Adi, Selasa (30/8/2022).
Adi mengatakan, hasil survei yang menyatakan PDIP adalah partai paling peduli wong cilik tidak muncul dengan sendirinya tanpa sebab. Hasil itu adalah buah kerja keras setiap hari dari seluruh kader, anggota dan simpatisan dalam membersamai wong cilik di berbagai penjuru wilayah, termasuk di kampung-kampung Kota Surabaya.
“Hasil survei tingkat Jawa Timur itu selaras dengan hasil survei tingkat Surabaya. Ini adalah buah dari agenda kerakyatan sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuanagn, Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa seluruh kader harus berada di tengah-tengah rakyat. Kami terus turun tiap hari dari kampung ke kampung bertemu dan mendengarkan suara masyarakat,” ujar Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.
Dia lantas mencontohkan bagaimana sejak awal pandemi Covid-19, kader-kader PDIP masuk ke kampung-kampung untuk melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan hand sanitazer, membagikan makanan-minuman penguat imun bagi masyarakat.
Kader-kader PDIP juga mengirim bahan makanan bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri. Juga melakukan pertolongan terhadap warga yang terpapar Covid-19.
“Ambulans-ambulans kami juga waktu itu sangat sibuk melayani warga,” ujar Adi.












