Suadi mengatakan, jalur istimewa untuk anak TNI-Polri bukan contoh pembelajaran yang baik. Bisa saja jalur istimewa itu disalahgunakan dengan memasukkan anak ke sekolah favorit meski kemampuan akademisnya kurang baik.
Reaksi Ombudsman tersebut adalah respons dari pernyataan Kemendikbud yang tidak melarang jalur istimewa untuk anak-anak anggota TNI dan Polri dalam proses PPDB.
Sebelumnya, Inspektur Jenderal Kemdikbud Daryanto mengatakan, anggota TNI dan Polri memiliki beban pekerjaan yang berat serta kerap berpindah-pindah tempat bekerja. Oleh karena itu, pihaknya tidak keberatan jika TNI dan Polri dapat mendaftarkan anaknya ke sekolah baru melalui jalur istimewa.
“Aparat penegakan hukum TNI dan polisi kan punya beban yang enggak ringan juga. Jangan lagi dibebani dengan urusan anak sekolah. Kalau cuma anaknya sendiri itu manusiawi menurut saya,” kata Daryanto di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (11/7).











