Willy menambahkan, pidato politik itu suatu yang istimmewa. Dengan pidato politik, bisa merubah dunia. Ia mencontohkan pidato politik mulai dari tokoh Bung Karno dan Bung Hatta (proklamator bangsa Indonesia), pidato politik George Washington-salah satu bapak pendiri Amerika Serikat, dan tokoh-tokoh politik dari belahan dunia lainnya.
“Bagaimana literasi di tengah dunia medsos (media sosial). Teks orasi ilmiah dapat diperdebatkan dan diuji publik. Bedah orasi ini memberikan edukasi kepada masyarakat dan tidak terjadi disinformasi karena mendapatkan informasi sepotong-sepotong,” ujarnya.
“Dengan kegiatan ini bedah orasi, maka apa yang menjadi pokok pikiran kenapa pidato ini lahir bisa didiskusikan, sehingga bisa menjadi benar-benar menjadi sebuah dialog yang saling isi-mengisi,” tambah alumnus filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) ini.
Di orasi ilmiah Surya Paloh, politik kebangsaan menjadi high politic atau politik kelas tinggi. Sedangkan, politik elektoral adalah low politic atau politik rendahan.



