Menurut Sadad, Nyai Makkiyah yang mengasuh tiga pondok pesantren telah memberi tauladan dalam syiar Islam. Banyak yang merasa sejuk ketika berada di dekat beliau. Kiprah beliau memberikan banyak kemanfaatan bagi masyarakat, khususnya Jatim.
Bahkan beliau sering harus meninggalkan rumah berhari-hari, untuk (dakwah) menjangkau tempat-tempat yang jauh dan terpencil. Kami ikut merasa kehilangan,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim.
Sementara itu salah satu dosen Ma’had Aly Sukorejo, Situbondo, KH. Muhyiddin Khatib, membenarkan informasi wafatnya Nyai Makkiyah tersebut. “Beliau wafat di kediaman (Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo),” katanya












