Mahfudz beralasan kegiatan mereka sangat menganggu kepentingan orang banyak dan juga berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan orang lain, dengan memencet tanda menyeberang seenaknya sendiri dan menjadikan zebra cross menjadi catwalk.
Menurut Mahfudz, dalam mengeksplor kreativitas masih banyak ruang publik yang bisa digunakan tanpa mengganggu pengguna kendaraan. Misalnya di Balai Pemuda, di Balai Kota atau disekitar kawasan Alun-alun Surabaya dan sekitar gedung DPRD Surabaya.
“Kreatif boleh tapi jangan kemudian kebablasan seperti itu. Kita mengapresiasi kreatifitas anak-anak muda itu. Tapi kalau kebablasan ya harus diarahkan,” imbuh Mahfudz.
Disisi lain, Mahfudz pun juga menyayangkan adanya pihak yang membolehkan kegiatan fashion show ala Citayam Fashion Week tersebut, dengan alasan karena mendadak.



