Komisi D, lanjutnya, juga meminta Pemkot Surabaya untuk mengklasifikasi program intervensi untuk pemuda, agar bantuan serupa merata diterima para siswa. Sebab yang sudah menerima beasiswa dari program lain, agar tidak menerima beasiswa lagi dari program Pemuda Tangguh Surabaya.
Agar program ini bisa berjalan baik, Ning Kaka, sapaan lekat Khusnul Khotimah, juga meminta agar pemkot membuat call center atau help desk. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi terkait program ini.
Sementara itu, sesuai juknis, beasiswa ini berupa bantuan pendidikan yang diperuntukkan membeli buku, uang saku dan lainnya. Nilainya sebesar Rp200 ribu. Selain itu, siswa juga diberikan seragam pramuka, abu-abu, sepatu dan dua kaos kaki yang diberikan satu kali pada saat tahun ajaran baru.
“Semoga pada gelombang keempat nanti banyak pemuda Surabaya yang saat ini mengenyam pendidikan SMA/SMK/MA khususnya dari keluarga MBR banyak yang bisa mendapat beasiswa tersebut, karena kuotanya cukup banyak,” tandasnya.(hadi/adv)



