“Komisi D DPRD Surabaya sudah rapat bersama Disbudporapar, Bagian Hukum dan Dinas Sosial (Dinsos). Saya minta agar sosialisasi lebih digencarkan. Manfaatkan jaringan yang ada. Seperti RT, RW, organisasi pemuda atau komunitas pemuda lainnya. Sebab program ini menyasar kepada para pemuda jenjang menengah atas,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini juga sangat menyayangkan petunjuk teknis (juknis) beasiswa SMA sederajat ini baru diberikan ke Komisi D sekarang. Padahal juknis sudah ditandatangani kepala dinas pada 29 Maret 2022. “Seandainya Komisi D tahu juknisnya, kami bisa memberikan masukan-masukan agar program beasiswa ini sukses,” ungkapnya.
Pendaftaran beasiswa yang ditutup pada 8 Juli 2022 lalu itu merupakan perpanjang yang kedua. Sebelumnya, pemkot sudah membuka pendaftaran sejak 17-24 Juni 2022. Karena masih belum banyak pendaftar, diperpanjang hingga 30 Juni 2022. Meski sudah diperpanjang, masih saja belum banyak yang mendaftar. Akhirnya pemkot memutuskan untuk memperpanjang lagi masa pendaftaran hingga 8 Juli 2022.
“Rencananya pemkot dalam waktu dekat ini juga akan membuka pendaftaran lagi. Saya tekankan agar memasifkan sosialisasinya, agar pada pendaftaran berikutnya jumlah banyak,” tegasnya.
Terkait kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang digunakan sebagai syarat menerima beasiswa, kata Khusnul, Disbudporapar bisa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Sebab KKM masing-masing jenjang berbeda.












