Hasilnya, para pelaku UMKM sukses memasarkan berbagai produk hingga ke luar negeri. Tak sedikit pula, sebagian dari mereka juga merekrut banyak tenaga kerja.
Menariknya, Pemkot tak menggelontorkan bantuan dalam bentuk modal saat itu. “Sebetulnya, modal ini nomor sekian. Selalu kalau ngomong usaha, saya selalu ditanyai modal dari mana. Tapi, pembelajaran dari pahlawan ekonomi, kuncinya bukan modal melainkan semangat,” katanya.
Semangat yang tak kenal menyerah itulah kata Risma yang membuat para pahlawan ekonomi naik kelas dari sisi ekonomi.
“Dari yang awalnya di grade paling rendah, melompat di level tinggi dari sisi ekonomi,” katanya.
Untuk diketahui, Pahlawan Ekonomi merupakan program yang digagas Risma saat masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Dimulai sejak 2010, para ibu rumah tangga dari keluarga miskin diberi jalan untuk mengembangkan bisnis di skala UMKM melalui pelatihan dan pendampingan komprehensif.
Hasilnya, jumlah UMKM naik pesat. Apabila di tahun pertama (2010), jumlah UMKM yang ikut pelatihan 92 UMKM. Kemudian, naik hingga mencapai 8.565 UMKM setelah 7 tahun berselang.
Melalui program ini pula, para PE juga mendapat pelatihan manejemen keuangan. Sehingga, uang yang digunakan tak hanya habis untuk produksi namun juga bisa untuk keperluan mendesak lainnya.












