“Sebagai kader, kami cukup bangga ketum kita dipercaya presiden ikut memberikan kontribusi pemikiran maupun langkah-langkah kedepan dalam rangka punya manfaat bangsa dan negara,” terangnya.
Ditanya soal permasalahan minyak goreng yang tak kunjung tuntas, Heri menjelaskan, tentu dengan menteri yang baru kita berikan waktu terutama di internal sendiri yakni kementerian perdagangan.
“Setelah itu kita lihat kebijakan apa dalam rangka bisa adanya kelangkaan dan harga yang masih mahal. Berikan kesempatan untuk merumuskan kebijakan,” pinta Heri yang juga mantan Ketua PAN Kabupaten Blitar ini.



