DPRD JatimIndeks

Jelang Idul Adha. Fraksi Gerindra DPRD Jatim Kampanye Makan Daging Sapi

×

Jelang Idul Adha. Fraksi Gerindra DPRD Jatim Kampanye Makan Daging Sapi

Sebarkan artikel ini

“Wabah PMK ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan hewan ternak saja, melainkan juga kepada peternak. Karena banyak hewan ternak yang mati sehingga membuat perekonomian para peternak ini terpukul. Tidak sedikit peternak yang meninggal karena stress tidak memiliki uang,” ujar Muhammad Fawait.

Pria yang akrab disapa Gus Fawait in,i menjelaskan solusi jangka pendek ini adalah memberikan bantuan kepada para peternak sapi yakni budidaya ikan air tawar. Selain  itu menurutnya ada subsidi langsung kepada peternak.

“Karena sebentar lagi kan mau masuk sekolah, banyak anak-anak peternak yang kesulitan biaya mendaftar sekolah. Untuk teknis subsidi tersebut, saya rasa Pemprov yang lebih tahu. Kemudian menjelang Hari Raya Idul Adha, saya mengajak seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra yang ada di DPRD Kabupaten/Kota untuk tidak takut mengonsumsi daging sapi,” katanya.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra Jatim,  Noer Soetjipto mengatakan selama tiga hari terakhir, yakni tanggal 13 Juni sapi sakit sebanyak 53125 ekor, mati 231 ekor, potong paksa 188 ekor dan sembuh 8551 ekor. Pada 14 Juni sakit 67445 ekor, mati 238 ekor, potong paksa 274 ekor dan sembuh 9771 ekor. Sedangkan 15 Juni sakit 60174 ekor, mati 279 ekor, potong paksa 288 ekor dan sembuih 10873 ekor.

“Menyikapi hal ini kami berharap pemerintah segera memberikan pengetahuan kepada peternak terkait  perawatan kandang. Karena selain sapi yang sakit, kotorannya mengandung bakteri Ecolli dan Sanmonella yang menyebabkan TBC dan malaria. Kotoran sapi ini perlu disemprot dengan bakteri dekomposer untuk menghilangkan bau dan membunuh bakteri. Kalau ini tidak dilakukan penghuni yang rumahnya dekat dengan kandang terutama usianya diatas 60 akan menyebabkan nafasnya berbunyi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *