Kalangan DPRD Jatim mengaku heran dengan munculnya anggaran Rp 50 miliar untuk pembangunan Pelabuhan Paciran di tahun 2022. “Padahal tahun 2021 lalu, Ibu Gubernur sudah pernah meninjau ke Paciran, dan sudah bangga dengan kondisi pelabuhan karena pendapatannya naik 400% disaat pandemi, tapi kenapa dibangun lagi,” heran sumber ini lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono memilih bungkam ketika ditanya soal urgensi pembangunan pelabuhan Paciran Lamongan ini. Dihubungi melalui whatsapp nya hanya dibaca tapi tidak dibalas.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Jatim, Khofidah membenarkan bahwa Dishub Jatim telah membuka kembali tender senilai puluhan miliar ini.
“Ya ada (proses tender pembangunan pelabuhan Paciran, red). Pembangunan ini dilakukan untuk menambah fasilitas agar kapal besar bisa bersandar,” jelas Khofidah saat dikonfirmasi.
Politisi PKB ini berharap setelah pembangunan selesai harapan baru layanan trasnportasi laut semakin tercukupi. Disamping itu, pengelolaan pelabuhan diminta untuk transparan.
“Meningkatnya perekonomian dan terutama proses pembangunannya mengutamakan kualitas,” harap Khofidah.



