Kondisi tersebut muncul beberapa asumsi, diantaranya adalah lemah atau buruknya sistem IT milik pemkot, bahkan munculnya dugaan kesengajaan yang berujung pada gugurnya rekanan yang tidak memiliki hubungan baik dengan pemegang kebijakan pada lelang tersebut.
Yanto tohir, salah satu rekanan mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini server LPSE sering bermasalah, apalagi jika ada paket pekerjaan bernilai besar.
“Minimal ada pemberitahuan kalau server trouble. Ini jadi tanda tanya para rekanan, kok ndak seperti tahun-tahun jamannnya Wali Kotanya Bu Risma, LPSE di lingkungan pemkot dinilai transparan dan fair,” terang yanto tohir yang juga direktur CV Sarijaya Sakti ini.












