Pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 66 triliun untuk subsidi golongan tarif ini, namun tahun depan akan turun menjadi 37 triliun. Dengan subdisi, maka harga listrik Rp 1.050/kwh untuk daya 450 VA menjadi Rp 405/kwh, dan Rp 615/kwh bagi pelanggan dengan daya 900 VA.
General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, saat acara Diskusi Umum mengenai Subsidi Tepat Sasaran di Dyandra Convention Center Surabaya, kemarin (7/10), Ir Judi Winardi Widjaya mengatakan, dikatakan tidak tepat sasaran ini misalnya, pelanggan punya rumah permanen besar, ada AC, kulkas, setrika, mesin cuci, punya mobil.
“Tetapi listriknya hanya golongan rumah tangga (R1) 900 VA. Mereka tidak tergolong miskin ataupun rentan miskin,” ujarnya.
Untuk itu, PLN akan melakukan mapping data warga miskin dengan BPS dan TNP2K. Kriteria warga miskin dan rentan miskin juga harus diperjelas. Selanjutnya, akan disurvey langsung ke lapangan mengenai kondisi riilnya. Sebab, tahun depan jumlah subsidi dari pemerintah turun drastis.











