Sedangkan pada hari biasanya, kata Imam, sekitaran Masjid Al Akbar harus bersih dari keberadaan PKL. Prinsipnya PKL ingin tetap berjualan, tapi jangan sampai kekhidmatan kekhusukan dan keindahan masjid jadi terganggu.
” Kesannya PKL ini hanya mencari keuntungan. Mereka ini juga mengganggu akses masuk ke masjid karenanya kita minta ayo ditata ayo dirapikan,” tegasnya.
Imam menyampaikan pengelola Masjid Al Akbar supaya dilibatkan dalam pengelolaan PKL. “Sebab lahan tersebut juga ada peran dari masjid sebagai pemegang SHGB diatas tanah HPL,” jelasnya lagi.
Disisi lain, Imam juga menyoroti adanya pungutan liar terhadap PKL. “Kita juga mengingatkan agar tidak ada pungutan liar (upeti) untuk aparat siapapun,” pungkasnya.(hadi)











