“Di komisi B saat hearing dengan dinas koperasi dan UMKM sudah pernah saya tanyakan perkembangan program ini. Dan tidak mendapatkan jawaban yang jelas,”katanya di Raker Pansus DPRD Jatim LKPJ Gubernur di Mojokerto, Kamis (7/4/2022) petang.
Sedangkan kalau dilihat dari statistik, kota Surabaya, kata politisi PDI Perjuangan ini jumlah UMKM dan usaha mikro paling banyak.” Tapi selama saya turun ke setiap kecamatan dan kelurahan, saya belum pernah mendengar bahwa ada bantuan yang jelas dari Pemprov agar pedagang bisa menjual dagangannya ke lapak seperti tokopedia,”jelasnya.
Dibeberkan oleh Agatha, saat ditemui dilapangan, para pelaku UMKM pernah curhat jika dibantu daftar ke tokopedia para pelaku UMKM mendaftar sendiri.” Tapi untuk tokonya bisa terdaftar di Tokopedia dalam pencarian, maka harus membayar sejumlah uang. Lalu bentuk kerjasamanya antara Pemprov dan Tokopedia bagaimana. Kok masih membayar,”jelasnya.












