“Lokasi pasar ini memang bermacam-macam, ada yang di SWK, kantor kecamatan dan Balai RW dan tempat lainnya, tergantung kesiapan dari pihak kecamatan setempat,” tegasnya.
Menurut Yos, Pasar Gotong Royong Ramadan ini digelar khusus untuk membantu warga Kota Surabaya yang terus berjibaku dengan pandemi Covid-19. Di samping itu, harga bahan pokok di pasaran sudah mulai naik, sehingga pemkot berinisiatif menggandeng distributor untuk menggelar pasar ini.
“Tentunya, kami berharap dengan adanya pasar ini harga bahan pokok di pasaran mulai menurun dan stabil. Makanya kami melakukan ini tidak di pasar, tapi lebih didekatkan dengan warga, dan inilah filosofi dari pasar gotong royong itu,” katanya.
Nantinya, para distributor seperti Bulog, Rajawali, dan Bimoli akan membawa produknya masing-masing dan akan diatur untuk menjual produk yang berbeda-beda.












