Sementara itu ketika disinggung terkait penundaan pemilu dimana hasil survey menunjukkan bahwa masyarakat Jatim sebanyak 80 persen lebih tidak menginginkan pemilu 2024 ditunda, Kusnadi yang juga ketua DPRD Jatim menegaskan pihaknya tetap pada apa yang disampaikan salah satu Ketua DPP PDI perjuangan Puan Maharani, yakni tetap berpegang pada konstitusi
“Mbak Puan dalam kedatangan di Jatim beberapa waktu lalu menegaskan konstitusi menyatakan tidak ada penundaan pemilu. Sehingga kita satu suara dengan masyarakat,” tegasnya.
Bagi PDI Perjuangan di Jatim, penetapan KPURI tentang jadwal pemilu Februari 2024 sudah merupakan keputusan yang harus dijalankan.
“Kita sudah final sesuai ketentuan, Pemilu 2024. Ubtuk itu saat ini swmua mesin partai terua bergerak agar target hatrik di Pemilu 2024 nanti baik secara nasional mapun di Jatim bisa diraih,” pungkasnya. (Caa)



