“ Artinya ini momen bagi pemerintah untuk mendengar, mudah-mudahan dibulan suci ramadhan ini sudah tidak ada lagi PPKM,” tambahnya.
Dijelaskan oleh Toni, alasan mengapa PPKM harus dicabut dibulan ramadhan ini adalah semata-mata untuk menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
“ Selama ini dalam penerapan PPKM terdapat jam malam, kita terkadang juga menjadi risih ketika ada patroli yang lewat seolah-olah kita berada pada situasi ketegangan. Mangkanya saya berharap pemerintah pusat mendengar, apalagi saat ini Surabaya sudah berada dilevel 2, mudah-mudahan diakhir Maret kebijakan PPKM sudah tidak ada, sehingga pada 2 April mendatang umat muslim bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk beserta amalan-amalannya,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga berharap ketika PPKM ini ditiadakan masyarakat tetap tidak abai dengan prokes.
“ Artinya kita tetap menjalani kehidupan di era new normal, jangan bertindak seolah-olah tidak mengalami pandemi,” harapnya.












