“Yang selalu saya sampaikan ke teman-teman, tantangan kita adalah ketika hujan tidak ada genangan. Karena kalau hujan turun ada genangan, ketika hujan reda surut, itu biasa,” tegasnya.
Di waktu terpisah, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Eko Juli Prasetya mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema untuk mengatasi genangan di pusat kota atau di kawasan Taman Apsari Surabaya. Yakni, dengan membuat saluran di Jalan Embong Kenongo yang langsung menuju ke Sungai Kalimas.
“Untuk menyelesaikan genangan di pusat kota, kita siapkan sodetan (saluran) menuju Sungai Kalimas. Pengerjaannya melalui lelang, dengan estimasi sekitar lima bulan rampung,” kata Eko Juli.
Eko menyebut, bahwa genangan yang pernah terjadi di pusat kota, disebabkan karena pompa yang berada di sisi timur grahadi tidak mampu menampung derasnya aliran air saat hujan. Apalagi, pompa di grahadi hanya terdapat satu unit dengan kapasitas 3 meter kubik.
“Kalau untuk menambah pompa di grahadi kan tidak mungkin, karena lokasinya juga itu sempit. Sehingga kita pecah aliran air itu dengan membuat saluran menuju Sungai Kalimas,” jelas dia.



