Intinya, NU akan melihat siapa yang punya komitmen dan masuk kriteria harapan para ulama. Semua langkah-langkah dan keputusannya sesuai dengan agama mayoritas. “Karena detak denyut jantung umat masyaraakat terutama nahdliyin ini bisa dideteksi oleh calon pemimpin-pemimpin ini. Itulah yang dimaksud dengan Rahmatan Lil alamiin. Imam syafii juga menyampaikan carilah pemimpin yang mengerti dengan keberadaan umat dan kaumnya,” pungkas KH Miftahul Ahyar.
Sementara itu, AHY menyampaikan terimakasih atas sambutan dan nasehat-nasehat yang diberikan KH Miftahul Ahyar. Banyak sekali ilmu yang didapat, utamanya untuk kemajuan bangsa dan negara. “Kami siap bersinergi dengan Nahdlatul Ulama untuk membanun SDM santri dan santriwati menjadi lebih sejahtera dan berprestasi,” jelas AHY












