“Kami juga mengembangkan park and ride, energi alternatif dan terus menambah jalur hijau. Alhamdulillah Indes Kualitas Udara di Surabaya naik hingga mencapai 90,28,” kata dia.
Wali Kota Eri menekankan, yang paling penting dalam program kota bersih adalah persampahan. Saat ini, Kota Surabaya menghasilkan sampah sekitar 1.674,70 ton perhari. Sampah itu kemudian dilakukan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan proses akhir sampah, yaitu berhasil menjadi listrik. “Kini PLTSa kita sudah bisa menghasilkan 11 megawatt,” ujarnya.
Dalam pengolahan sampah, jelas dia, peran serta masyarakat Surabaya sangat penting untuk mengurangi sampah. Bahkan, sampai saat ini Pemkot Surabaya terus mendorong masyarakat untuk sadar bahwa sampah itu bisa menghasilkan uang dan menguntungkan. Dengan pelibatan masyarakat itu, Wali Kota Eri memastikan bahwa perlahan pemkot berhasil mengatasi sampah di Surabaya.
“Pada akhirnya, saya juga sangat bersyukur karena Indeks Kualiatas Lingkungan Hidup di Kota Surabaya mengalami kenaikan, jika di tahun 2020 di angka 60,96, ternyata tahun 2021 naik menjadi 67,78,” pungkasnya. (hadi)



