“Jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut merupakan akses perekonomian bagi masyarakat, sebagai jalur transportasi bahan kebutuhan pokok ataupun sebalik”, ungkapnya.
Saat ini pihak desa telah menutup keretakan jalan dijembatan dengan menutup menggunakan bambu, bekerja sama dengan relawan bencana alam selalu mengecek keadaan jembatan.
Sementara itu, sembari menunggu proses perbaikan, Kapolres Tegal mengharap agar masyarakat yang melalui jembatan Sungai Klesem untuk berhati-hati, tetap utamakan keselamatan.
“Agar masyarakat pengguna jalan waspada ketika melewati jembatan, hendaknya kendaraan dengan muatan berat tidak melalui jalan sehingga meminimalisir kerusakan jembatan,” pungkas Kapolres Tegal. (Tgh)



