DPRD JatimIndeks

Komisi C : Aset UPT PTKP3 Probolinggo dan Cabdin DKP Situbondo Perlu Dimaksimalkan

×

Komisi C : Aset UPT PTKP3 Probolinggo dan Cabdin DKP Situbondo Perlu Dimaksimalkan

Sebarkan artikel ini

Senada, Ahmad Khulaim anggota Komisi C dari Fraksi PAN menambahkan, kunker kali ini untuk mengetahui sejauhmana pengelolaan aset-aset yang ada di UPT dan cabang dinas dibawah naungan Dinas Kelautan dan Periknanan Jatim yang ada di Kota Probolinggo.

“Kita ingin seluruh aset milik Pemprov Jatim memiliki legalitas yang jelas dan kuat sehingga tidak diklaim milik masyarakat serta bisa dimanfaatkan untuk menambah PAD bukan menjadi beban APBD Jatim,” kata politikus asal Sidoarjo.

Ia juga mendorong inovasi-inovasi kreatif untuk pemanfaatan aset yang ujungnya selain bisa menambah PAD juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu, kepala UPT PTKP3 Mayangan Kota Probolinggo Supinah menjelaskan bahwa aset yang bisa menghasilkan PAD diantaranya gedung pertemuan (aula) baik di Probolinggo maupun yang ada di Kepanjen, rumah dinas, guest house, asrama penginapan. “Aula itu biasanya ramai disewa untuk acara pertemuan maupun resepsi pernikahan. Tapi karena masih pandemi sehingga kami batasi untuk menghindari sebaran Covid-19 semakin meluas,” kata Supinah.

Sedangkan kendala yang dialami UPT PTKP3, lanjut Supinah adalah belum maksimalnya output hasil pelatihan yang diberikan UPT PTKP3. Alasannya, setelah mendapat pelatihan para masyarakat nelayanan itu kurang mendapat support sarana dan permodalan untuk pengembangan skill dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya kira perlu kolaborasi dengan dinas-dinas yang lain karena alokasi terbatas dan bantuan hibah bukan menjadi ranah kami. Kalau bisa bantuan itu jangan berupa barang tetapi bahan yang sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan dari pelatihan yang telah mereka dapatkan,” harap Supinah.

Misal, kami mengadakan pelatihan pembuatan kapal fiber tapi dalam skala kecil. Sehingga kalau bisa dikembangkan membuat kapal fiber sesuai kebutuhan nelayan tentu nilai ekonomisnya akan semakin besar bagi para nelayan.

“Kalau mereka bisa mendapat bantuan bahan tentu kita tinggal memberikan pendampingan bersama tim akademis dari perguruan tinggi agar kapal yang mereka buat benar-benar bagus dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *