“ Jika kita tidak membaca hasil audit BPK bagaimana kita mem-followup-nya. Hal ini dimentahkan dan Lagi lagi kita Cuma bisa mengelus dada,” keluhnya.
Ia lantas menjelaskan bahwa, sebetulnya kalau ingin dewan lebih baik, sebaiknya Tatib itu memuat pasal-pasal yang pro demokrasi dan pro publik seharusnya didukung.
“ Tapi nyatanya usulan-usulan seperti itu dimentahkan oleh unsur pimpinan. Jika masyarakat menganggap citra dewan buruk kita bisa menunjukkan iniloh ternyata bukan seperti itu,” tegasnya.
Ia juga melontarkan kritik jika banyak intervensi kenapa dibentuk Pansus.
Sementara itu, Pansus Tatib ini juga mendapat dukungan dari Ketua Fraksi Golkar Arif Fathoni, dimana pihaknya mendukung penuh upaya Pansus.
“ Kita mendukung penuh upaya dari Pansus Tatib ini, karena kita juga memiliki wakil didalam Pansus Tatib ini,” pungkasnya.(hadi)












