Satria, Ketua Sahabat Imam mengatakan, fogging ini dilakukan atas permintaan warga, yang resah terhadap wabah demam berdarah yang menyerang kawasan perkampungan di Surabaya. Seperti yang terjadi terhadap belasan anak di RW 10 Menur Pumpungan.
“Jadi ini permintaan warga yang resah. Dan akibat proses fogging dari Puskesmas yang rumit,” tambahnya.
Satria menambahkan fogging yang mereka lakukan tidak menggunakan solar, melainkan glaserin. “Karena dampaknya berbahaya bagi kesehatan, karena gas yang dikeluarkan mengandung racun,” ungkapnya.












