Dijelaskan Wito secara teknis, limbah organik berupa sayur dan buah yang dikumpulkan dari pedagang, kemudian dicacah dengan mesin pencacah sampah organik, dan air yang keluar dari limbah organik akan ditampung di bak penampungan.
“Nantinya, untuk limbah organik yang padat, akan dibawa ke rumah kompos Sonokwijenan. Sementara dari bak penampungan, pupuk cair akan disalurkan ke rumah kompos Jambangan dan Tubanan untuk dilakukan penyiraman taman di sekitar sana. Sisanya akan dibawa ke rumah kompos Bratang untuk disalurkan di mobil tangki yang telah menunggu melakukan pemupukan. Pemupukan dilakukan dencan cara menyiramkan air yang terlah dicampur kompos cair, dengan perbandingan satu liter kompos cair ditambah sepuluh liter air,” imbuh Wito.
Sebelumnya, Chalid Buchari mengingatkan bagi masyarakat Kota Surabaya yang memiliki kebun atau tanaman di daerah rumahnya. Bisa mendapatkan pupuk kompos baik padat atau cair di 25 rumah kompos milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya.(mnhadi/cn01)










