Cakrawala EkonomiCakrawala SurabayaIndeks

Anggaran Rp 2 M Dihemat Melalui Pengolahan Limbah Pasar

×

Anggaran Rp 2 M Dihemat Melalui Pengolahan Limbah Pasar

Sebarkan artikel ini
FOTO ILUSTRASI (26/02/14) Kunjungan di Rumah Kompos Bratang oleh forum 3R (Reduce, reuse, recycle) dari Kitakyushu

“Pupuk kompos baik padat dan cair, setiap harinya didapat dari limbah pasar melalui mobil compactor, kemudian dipilah di Superdepo Sutorejo, dan sampah oraganiknya dijadikan pupuk di rumah kompos. Sedangkan sampah unorganiknya beberapa diolah di bank sampah,” tegas Chalid Buchari saat ditemui di bank sampah BJSC Dukuh Sutorejo.

Chalid Buchari menambahkan, melalui pemilahan limbah pembuangan di Superdepo Sutorejo, dan pengolahan sampah organik di rumah kompos. Bank sampah bisa mendapat keuntungan antara 150-200 juta per bulan, pasar bisa menghemat biaya operasional terkait limbah hingga 50 persen, dan karena limbah tidak masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Keputih, DKP sendiri mampu menghemat hingga dua miliar per tahun.

“Dari pengolahan limbah organik, perharinya DKP mampu menghasilkan 1000 liter pupuk kompos cair, dan 15 meter kubik pupuk kompos padat. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah dan taman tetap bisa dijaga setiap harinya, dan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pembelian pupuk,” imbuh Chalid.

Hal senada diungkapkan Wito selaku koordinator pengawas pengolahan pupuk kompos, rumah kompos Bratang. Setiap hari, sekitar 10 armada dump truk datang ke rumah kompos Bratang, membawa sampah organik hasil pengumpulan dari tujuh pasar besar yang bekerja sama dengan DKP Surabaya, dan dari Pasar Induk Osowilangun Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *