Menurut Kusnadi, persoalan vaksin boster ini terkait persoalan tekhnis untuk bisa diterima oleh masyarakat. Banyak hal yang mengakibatkan pemberian vaksin boster ini dilakukan secara bertahap.
“Ya ini khan terkait tekhnis saja. Sehingga nanti pemberiam boster ini akan diberikan secara keselurian kepada masyarakat. Ya seperti vaksin dosis 1 dan 2 kelmarin. Masyarakat Jatim terima semua dan ini perku waktu. Sekarang masyarakat lansia dan masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan publik,” jelas Kusnadi yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Jatim.
Sekalipun memang belum dilakukan meluas dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat, Kusnadi tetap mengajak semua pihak untuk turut dalam upaya memungkasi pandemi.
“Kewaspadaan perlu terus kita lakukan. Ingat vaksin hanya salah satu upaya pencegahan. Kewaspadaan dengan menjalankan prokes ketat tetap menjadi prioritas untuk mencegah covid dan varian barunya,” tegas Kusnadi.



