Tahun 2011 saja, penyakit kulit dan jaringan subkutan menjadi peringkat ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit se-Indonesia, yakni 192.414 jumlah kunjungan dengan 48.576 kasus baru (Kemenkes, 2012). Penyakit kulit di Indonesia umumnya lebih banyak disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, parasit, dan penyakit dasar alergi.
Selama ini memang banyak solusi yang ditawarkan untuk mengatasi berbagai masalah pada kulit tadi. Mulai dari berbagai macam merk bedak tabur, masker alami untuk kulit, hingga deodoran modern yang mengandung berbagai bahan kimia berbahaya. ”Dari sinilah kami tim PKMK Farmasi UNAIR termotivasi ingin membuat bedak tabur multipurpose yang mampu membuat produk berkhasiat secara all in one,” kata Danik.
Ditambahkan, bahan yang dipergunakan membuat bedak tabur ini 100% perpaduan bahan alam yang telah teruji khasiatnya untuk kesehatan kulit. Misalnya kandungan fenol dari Sirih dan Kemangi dapat berguna sebagai antiseptik dan antifungi yang mampu mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur pada kulit. Kemudian kandungan daun beluntas dipercaya dapat membantu menghilangkan bau badan, dan masih terdapat beberapa komposisi bahan alam lainnya yang berkhasiat diantaranya serai.
Produk bedak antiseptik ini dikemas secara ekonomis yang menarik dan praktis untuk bisa dibawa kemana-mana. Beta-TIP juga dapat digunakan untuk semua kalangan usia dan berbagai jenis kelamin tanpa khawatir efek samping penggunaan yang berbahaya. Menggunakan produk ini juga bisa untuk menjaga agar kulit ketiak tetap kering, dapat mengurangi iritasi akibat bahan kimia, alergi, menghambat pertumbuhan bulu ketiak, dan tentunya tidak meninggalkan bekas noda pada pakaian.












