“Apalagi di musala ini tempat sholatnya sudah dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, sehingga perempuan yang berhijab tidak perlu sungkan untuk melepas hijabnya ketika wudhu karena sudah terpisahkan dengan yang laki-laki,” kata Wali Kota Eri.
Dia menegaskan bahwa keberadaan musala di mal itu sangat penting. Sebab, Surabaya ini merupakan kota toleransi yang mana 90 persen lebih warganya beragama islam. Makanya, ia mengaku selalu menekankan kepada pemilik mal dan pemilik tempat belanja untuk setiap malnya diusahakan harus ada musalanya karena umat islam shalatnya lima waktu, dan terkadang sering lupa waktu kalau sudah masuk mal.
“Tapi Alhamdulillah sekarang setiap mal ada tempat untuk shalat bagi umat islam. Bahkan, hari ini kita diberikan contoh betul bahwa tempat ibadahnya umat muslim yang disedikan oleh Ciputra World begitu nyaman dan indah interiornya, sehingga musala ini sangat nyaman untuk beribadah,” ujarnya.
Wali Kota Eri mengakui ada sejarah khusus dengan musala tersebut. Sebab, suatu ketika Senior Director Ciputra Group Sutoto Yakobus mengiriminya sebuah gambar dan dijelaskan bahwa itu adalah musala di Ciputra World. Bahkan, saat itu Wali Kota Eri diminta untuk memberikan sebuah nama musala tersebut.












