“Pelayanan ini masalah mendasar, petugas harus ramah dan senantiasa tersenyum jangan sampai petugas kok mukanya seram,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim di tempat yang sama.
Soekarwo menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan tahun lalu, banyak pemudik yang merasa senang dan berterimakasih karena di saat macet panjang, petugas dengan ramah memberikan makanan dan minuman serta bantuan bagi para pemudik. “Ternyata macet tidak masalah bila pelayananan baik, petugas memperdulikan dan melayani dengan baik. Jadi pemudik merasa tidak sendiri,” terangnya.
Selain itu, Gubernur juga meminta bantuan Bupati/Walikota, untuk memberikan pelayanan maksimal di daerahnya masing-masing. Menginggat, hal itu menjadi bagian dari konsep pemerintahan dimana negara hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya melalui pelayanan masyarakat.
Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan, katanya, juga diminta untuk menggerakkan layanan kesehatan seperti posko-posko kesehatan, puskesmas 24 jam, ponkesdes, serta rumah sakit terutama spesialis orthopedi. Ini penting dilakukan agar pemudik tidak stress saat menghadapi kemacetan. “Semakin nampak pelayanan kesehatan di jalanan, semakin berkurang pemudik yang stress. Sekitar 80 persen orang sakit karena jiwanya yang sakit,” katanya.



