Dia juga mencoba bermain basket bersama sejumlah warga. Termasuk mencoba bermain bulu tangkis di lapangan tersebut. Keceriaan dan keakraban Wali Kota Eri bersama warganya menyatu kala itu.
Wali Kota Eri mengatakan, sebenarnya setiap ada perumahan atau wilayah yang akan dibangun perumahan, maka di wilayah tersebut harus ada fasum yang harus diserahkan kepada pemkot. Selanjutnya, pemkot membangun sesuatu untuk dikembalikan lagi manfaatnya demi kebaikan warga.
“Nah, di perumahan ini fasumnya sudah diserahkan kepada pemkot dan kami bangun fasilitas olahraga. Nantinya, tempat ini akan jadi tempat berkumpulnya anak-anak, baik untuk bermain maupun untuk ngobrol, sehingga anak-anak tidak menjadi orang yang kapitalis dan individualis,” kata wali kota.
Ia menegaskan, di masa kepemimpinannya, anak-anak dan warga Surabaya akan terus digerakkan rasa empati, gotong-royong, dan kekeluargaannya. Tidak boleh ada kapitalisme, individualisme dan persaingan. “Hal ini sudah dicontohkan oleh warga dan anak-anak di RW 7 ini, kita melihat warganya penuh empati dan gotong-royong. Ini bisa menjadi percontohan bagi RW-RW lainnya,” tegasnya.












