Apalagi, lanjut dia, beberapa tempat hiburan dewasa dapat betrdampak negarif kepada kehidupan sosial masyarakat.
Bahkan, Imam menyebutkan saat mencoba ditanya ke DPRD Surabaya, jawabannya adalah kondisi dunia usaha sedang lesu. Menurut Imam hal itu tidak masuk akal.
“Kalau pajak hiburan diturunkan maka tempat hiburan dan dunia malam akan menjamur. Belum lagi mereka menjual minuman keras kami sebagai pemuda tidak terima ini terjadi,” katanya.
Menurutnya, usulan penurunan pajak hiburan ini bukan usulan dari wali kota Surabaya.
Sebab selama ini Risma meminta Karang Taruna untuk turun ke kampung dan membangun kampung.











