“Bahwa dari 63 puskesmas itu meskipun sudah ber ISO ternyata masih ada yang memberikan layanan tidak responsif tadi yang disampaikan,” ujar Khusnul Khotimah.
Tetapi, kata ia, alasan yang disampaikan oleh Yayuk Kepala Puskesmas Peneleh kmungkinan ada miss komunikasi
“Saya kira ini miss ya,” kata Khusnul Khotimah akrab disapa Khusnul
Karena, menurut politisi PDIP ini, apa yang disampaikan oleh Yayuk saat kondisinya dijalan.
“Beliaunya lagi nyetir sehingga butuh sesesuatu atau apa dan mungkin enggak jelas juga dan sebagainya,” kata Khusnul.
Aka tetapi, kata ia, yang harus dipahami bahwa peningkatan layanan muklak harus dilakukan.
“Apalagi ditahun 2022 (layanan) itu harus dilaksanakan disetiap masing masing puskesmas,” tutur Khusnul.
Maka itu, ia berharap, ada peningkatan layanan karena menurutnya salah satu indikator ketercapaian itu adalah memberikan ruang kepada puskesmas puskesmas untuk berlomba lomba memberikan layanan terbaiknya untuk warga Kota Surabaya.
“Terima kasih atas masukan, saran dan kritik warga kota surabaya tentunya menjadi evaluasi kami untuk mengawasi layanan terutama kesehatan agar kedepannya lebih baik dan terus menjadi kebanggaan warga kota surabaya,” kata Khusnul
Kedua call center yang sudah dijelaskan lanjut ia, agar kedepan 112 selama ini dihidupkan lagi dengan harapan bisa dimanfaatkan.
“Tentunya kita juga titip pesan ke pak Anas untuk Diskominfo 112 hendaknya cepat untuk bisa ditelpon bila ada warga yang membutuhkan,” ucap Khusnul
Sehingga, kata ia, percepatan pemberian layanan kesehatan terutama untuk warga dengan kondisi darurat segera bisa dilaksanakan.












